Tuesday, May 28, 2013

SOLUSI KEMACETAN DI IBUKOTA

PENDAHULUAN

          Selama ini pertambahan jumlah kendaraan meningkat secara pesat sementara pertambahan jalan bisa dikatakan tidak ada perkembangan yang signifikan. Kemacetan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertambahan jumlah kendaraan dan pertambahan jumlah jalan. Selain itu, faktor yang turut berperan dalam kemacetan adalah banyak pengendara yang tidak disiplin dan tidak mematuhi peraturan berlalu lintas serta jumlah penduduk DKI Jakarta yang semakin banyak akibat urbanisasi.
          Jakarta sebagai Ibukota negara mendapat perhatian yang berlebihan dalam semua aspek pembangunan, baik industri, infra suruktur maupun birokrasinya. Sementara daerah lain mendapatkan porsi dan perhatian yang lebih kecil. Sehingga terjadi ketidakseimbangan. Belum lagi pembangunan banyak yang tidak berorientasi lingkungan, sehingga dampaknya menjadi rawan banjir, longsor. dan sebagainya. Dampak yang lebih besar mungkin saja akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang. Jakarta sepertinya tempat untuk praktek segala aktivitas kehidupan di Indonesia, tanpa ada perencanaan yang matang.
         Beberapa cara yang telah ditempuh oleh pemerintah DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan, seperti memberlakukan three in one pada jalan-jalan tertentu dan membangun transportasi Busway Tapi nampaknya usaha tersebut tetap saja tidak bisa mengatasi kemacetan. Khusus untuk busway, transportasi massal jenis ini memang sangat dibutuhkan, tapi bukan untuk mengatasi kemacetan, justru sebaliknya, karena jalan yang digunakan oleh busway tidak dibarengi dengan pelebaran jalan, sehingga jalan semakin sempit akibatnya makin menimbulkan kemacetan. Di samping itu masyarakat pengguna busway justru dimonopoli oleh masyarakat yang tidak memiliki kendaraan roda empat.


PEMBAHASAN

Berikut ini, mungkin bisa menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan :
  1. Memperlebar jalan yang digunakan untuk busway, karena dengan adanya jalan busway menyebabkan penyempitan badan jalan.
  2. Menaikkan harga parkir kendaraan roda empat, agar masyarakat pengguna kendaraan roda empat enggan untuk membawa kendaraannya.
  3. Membuat transportasi massal lainnya selain busway seperti monorel.
  4. Memberikan pelatihan dan sanksi besar terhadap supir angkutan umum yang ugal - ugalan, agar masyarakat dengan senang hati menggunakan angkutan umum.
  5. Tidak mempermudah pengambilan kendaraan roda empat atau dengan tidak memberikan cicilan dan syarat - syarat yang mudah.
  6. menaikkan tarif pajak kendaraan roda empat.
  7. Memperbaiki layanan kereta api komunter line Jabodetabek.
  8. Pembatasan usia kendaraan bermotor yang beroperasi di Jakarta. Hal ini untuk menjamin secara sistematis bahwa angkutan umum akan berkembang pelayanannya dan teknologi armadanya.


PENUTUP
 
 
 Adapun solusi tersebut dapat direalisasikan agar kemacetan di Jakarta dapat berkurang.

0 comments:

Post a Comment